News

Autopsi Kedua Jenazah Brigadir J, Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Diketahui

80
×

Autopsi Kedua Jenazah Brigadir J, Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Diketahui

Sebarkan artikel ini
Autopsi Kedua Jenazah Brigadir J, Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Diketahui

djurnalis.com – Makam Brigadir J dibongkar untuk kepentingan autopsi ulang pada Rabu (27/7/2022).

Peti jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi untuk dilakukan autopsi ulang pada pukul 08.50 WIB.

Melansir dari Tribunnews, Sabtu (30/7/2022), berikut lima fakta soal autopsi ulang jenazah Brigadir J:

1. Melibatkan tujuh dokter ahli forensik

Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menyebut autopsi kedua dilakukan secara independen.

Sehingga melibatkan tujuh dokter dari banyak asosiasi kedokteran forensik Indonesia, termasuk TNI.

2. Jenazah Brigadir J masih utuh

Salah satu penggali makam, Pardede, menyebut jenazah Brigadir J masih dalam keadaan utuh seperti saat dimakamkan.

Pardede juga mengaku bekerja secara sukarela untuk menggali makam tersebut.

3. Jenazah diformalin

Formalin pada jenazah Brigadir J dapat membantu proses autopsi kedua ini dalam mengungkap luka-luka yang ada.

Hal tersebut diungkapkan oleh dokter ahli forensik Universitas Indonesia (UI), Made Ayu Mira Wiryaningsih.

4. Temuan dokter forensik

Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), dokter Ade Firmansyah membeberkan temuan dalam autopsi kedua ini.

Menurutnya, kondisi jenazah Brigadir J telah mengalami beberapa derajat pembusukan.

Kemudian, kondisi jenazah pasca autopsi pertama juga terlihat dengan jelas.

Misalnya, sayatan untuk membuka kepala yang dilakukan dari tulang mastoid kanan ke arah atas.

Selain itu, ada pula luka sayatan berbentuk I dari dagu sampai kemaluan.

Ade menegaskan bahwa sayatan tersebut merupakan standar teknik operasi yang biasa dilakukan.

5. Hasil autopsi ulang

Selanjutnya, Ade menyatakan bahwa hasil autopsi ulang ini akan keluar pada 4 sampai 8 minggu ke depan.

Menurut penjelasan Ade, hal tersebut lantaran adanya bagian luka yang membutuhkan pemeriksaan mikroskopis.

Ade menuturkan hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan mengungkap jenis kekerasan serta efek yang ditimbulkan akibat kekerasan.

Yuk! baca artikel menarik lainnya dari djurnalis.com di GOOGLE NEWS

Baca Juga:

(Stv/Nov).