djurnalis.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa Indonesia memerlukan 17 juta tenaga kerja yang Tech-Savy atau melek teknologi di tahun 2024.
Oleh karena itu, ia berharap perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta dapat mendorong pengembangan pendidikan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Erick menyampaikan kebutuhan talent di masa depan yang sangat dibutuhkan di antaranya:
1. Data scientist dan analyst
2. Artificial intelligence expert
3. Software dan game developer
4. Analis big data
5. Block chain developer
6. Market research
7. Digital marketing
8. Biotechnology
9. Digital content (YouTuber, Tiktok)
Selain itu, Erick Thohir juga menyampaikan, ada 9 jenis pekerjaan yang yang berpotensi hilang di tahun 2030.
Pasalnya digitalisasi akan digunakan hampir pada semua sektor.
Hal ini akan menimbulkan perubahan jenis usaha dan akan banyak pekerjaan yang hilang.
Erick Thohir saat mengisi kuliah umum di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyebut bahwa terdapat studi di negara Amerika, Jerman dan Australia menyatakan semua negara itu akan hilang pekerjaan dibandingkan yang tumbuh.
“Studi di 3 negara Amerika, Jerman dan Australia menyatakan semua negara itu akan hilang pekerjaan dibandingkan yang tumbuh. Di Amerika saja akan hilang 6,1 juta,” ungkap Erick, dikutip dari okenews, Kamis (21/7/2022).
Lebih lanjut, Erick menambahkan, bahwa sekarang adalah era pertumbuhan ekonomi berdasarkan kapabilitas dari pada sumber daya manusia (SDM).
Jadi bukan hanya infrastruktur yang dibangun, melainkan manusianya juga dibangun supaya punya kemampuan.
Sembilan Pekerjaan yang Akan Hilang di 2030
Berikut sembilan jenis pekerjaan yang akan hilang pada tahun 2030:
1. Tenaga jasa penyiapan makanan
2. Tenaga administrasi perkantoran
3. Tenaga jasa transportasi
4. Tenaga produksi manufaktur non-auto
5. Construction and extraction
6. Tradisional farming, fishing and forestry
7. Sales and related field
8. Social media manager
9. Jasa pengamanan
Ia juga menyebut bahwa akan ada 17 juta pekerjaan baru di bidang teknologi.
Karena itu, Erick mendorong Perguruan Tinggi untuk bersiap untuk menghadapi kondisi pekerjaan yang kemungkinan akan hilang dalam beberapa tahun ke depan.
Yuk! baca artikel menarik lainnya dari djurnalis.com di GOOGLE NEWS
(Ven/Hnm)