Djurnalis.com | Jakarta – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda metro jaya Kombes Pol. Hengki Haryadi memastikan 4 pelaku perampokan toko emas di mal serpong, Tangsel tidak terkait akan pendanaan Teroris ataupun kegiatan terorisme yang ada di Indonesia.

Dugaan awal karena telah terjadi rentetan perampokan 3 toko emas di tangerang raya. Karena biasanya, Modus operandi fai ( pendanaan aksi teror), biasanya adalah perampokan emas maupun bank.

Baca juga:  Walikota Bandar Lampung Berolahraga Bulu Tangkis di Rumdis

“Hasil penyelidikan kami, para pelaku murni hanya mencari keuntungan dengan tindakan kejahatan bagi diri pribadi mereka.”Terang Hengki saat di konfirmasi terkait pengembangan kasus perampokan emas di tangsel beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Hengki juga menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Densus 88 terhadap para pelaku yang awalnya terduga jaringan teroris.

Dugaan awal pihak Kepolisian tersebut di sebabkan setiap aksi perampokan toko emas di 3 lokasi yang berada di wilayah Tanggerang merupakan upaya pencarian dana yang dilakukan kelompok teroris tertentu.

Baca juga:  Cegah Kebakaran, Eva Dwiana Minta Masyarakat Tidak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Sementara, dari hasil penyelidikan polisi dan pihak Densus 88 memastikan motif perampokan pelaku didasari faktor ekonomi semata.

“Ini murni bermotif ekonomi,” terang Hengki.

Diketahui dalam rentetan perampokan toko emas yang terjadi personel Ditreskrimum Polda metro Jaya bersama jajaran Polres Tangsel telah mengamankan empat pelaku berinisial SU (37), TH (37), MK (33), dan H (34).

Baca juga:  IPLI Akan All Out Menangkan RMD- JIHAN Pada Pilgub Lampung Tahun 2024.

Sementara itu, Kabagops Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar membenarkan hal yang sama apa yang di sampaikan Kbp Hengki Haryadi.

“Kami telah lakukan penyelidikan dan memastikan para Perampok Toko Emas Serpong Tak Terkait Jaringan Teroris,” tambah Aswin. (***)