DaerahNews

Oprator Desa Hanau Berak Padang Cermin Diduga Melakukan Tindakan Arogansi Terhadap Wartawan Yang Mengurus Surat

21
×

Oprator Desa Hanau Berak Padang Cermin Diduga Melakukan Tindakan Arogansi Terhadap Wartawan Yang Mengurus Surat

Sebarkan artikel ini
Oprator Desa Hanau Berak Padang Cermin Diduga Melakukan Tindakan Arogansi Terhadap Wartawan Yang Mengurus Surat

Tintainformasi.com, Pesawaran Lampung— Tindakan tidak terpuji dilakukan oleh perangkat desa (Operator) Desa Hanau Berak kecamatan Padang Cermin, terhadap Wartawan Ungkap Tipikor yang sedang mengurus surat NA dan Domisili, Senin 29/01/2024.

 

Tindakan itu bermula saat wartawan yang bernama Nasoba yang sedang mengurus surat NA dan Domisili di desa Hanau Berak dan langsung kerjakan oleh operator desa bernama Putra, tidak berselang lama tindakan tidak humanis dan arogansi mulai ditunjukan oleh putra.

 

Dari keterangan korban Nasoba ( media) kepada media,mengungkapkan bahwa telah mengalami tindakan kekerasan terhadap dirinya.

 

“Saya telah mengalami pemukulan yang dilakukan oleh Putra ( ofrator )perangkat desa Hanau Berak,pemukulan itu dilakukan pelaku di ruangan ofrator di balai desa saat saya sedang mengurus NA dan Domisili namun saya mendapatkan perlakukan yang tidak humanis,” Terangnya.

 

Waktu kejadian itu,saya masuk keruangan ofrator melihat ofrator sedang memfrin NA dan surat keterangan Domisili milik istri saya,”Kata Nasoba.

 

“Namun saat selesai di frin saya melihat nama ibu saya salah huruf,AISAH menjadi AISYAH,lalu saya meminta kepada putra ( ofrator ) untuk memperbaiki,”Ungkapnya.

 

“Bukan perbaikan yang saya terima,namun pelaku melontarkan perkataan yang tidak humanis,”Kalau minta bantu itu yang benar pak” Tutur korban mengingat kembali perkataan ofrator tersebut.

 

Rupanya mendengar perkataan yang kurang humanis tersebut lalu korban mendorong dada pelaku memakai tangan kirinya sambil mengatakan kenapa kamu bicara begitu,”Ujar Korban menuturkan.

 

Terkesan tidak terima tubuhnya didorong,pelaku kemudian mengayunkan tinjunya berkali-kali ke muka korban hingga mengalami luka gores di bagian pipi.”Ungkap Korban.

 

“Saya tidak terima atas tindakan yang dilakukan operator desa Hanau Berak ini, dan saya akan melakukan langkah hukum, agar menjadi contoh untuk perangkat desa lainnya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,tutupnya.

 

( *** )