Metro, djurnalis.com – Masyarakat Perumnas Jurai Siwo 24 Metro Timur, pada Minggu 25/2/2026 mengadakan kegiatan gotong royong di Masjid Al-Muhajirin setempat. Kegiatan itu dilakukan atas kesadaran Warga, bahkan Ibu Ibu setempat ikut menyumbangkan sejumlah makanan ringan, Aqua, kopi dan teh manis.

 

Ketua RT. 24 RW. 06 Perumnas Jusi 24 Tejo Agung kepada Media ini mengaku bahwa, Mereka membersikan masjid Al-Muhajirin mulai dari dalam masjid dengan cara mengepel lantai menggunakan vacum cleaner, mengelap kaca, bersihkan WC, merumput taman dan lapangan parkir hingga mengangkat besi penutup gorong gorong untuk mengeluarkan tanah atau pasir sedimen untuk memperlancar aliran air.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga:  Pasien RS Hermina Bandarlampung yang Kecewa Pilih Angkat Kaki dan Pindah RS Plat Merah

“Kegiatan pagi ini cukup Kita umumkan melalui toa Masjid saja, antusias Warga luar biasa. Saya sebagai Ketua RT 24 RW. 06 Perumnas ini betul betul kagus atas sikap dan kekompakan Warga, mudah mudahan kedepan jika masih ada kegiatan, bisa terus menerus seperti ini” kata Gendut sapaan akrab Ketua RT. 24.

Baca juga:  Polres Metro Gelar Pasukan Ops Patuh Krakatau 2024 Selama 14 Hari

 

Salah seorang Pengurus Masjid Al-Muhajirin bernama Bapak Eka mengaku bangga dengan kekompakan Warga Perumnas Jurai Siwo yang bersedia menghadiri serta ikut berpartisipasi membersihkan rumah ibadah pagi ini.

“Meski hanya diumumkan melalui toa Masjid, nyatanya puluhan Bapak Bapak ikut memberi semangat kepada Kaum muda Perumnas ini. Bahkan Saya mengapresiasi Ibu Ibu yang ikut berpartisipasi membantu membelikan minuman dan makanan ringan buat Bapak Bapak yang bergotong royong membersihkan Masjid Kita ini” kata Eka.

Baca juga:  Walikota Eva Dwiana Buka Musyawah Kerja Daerah MUI Bandar Lampung

 

Dilain Pihak, Bapak Priyo yang kerap disapa Turing juga mengaku sangat bangga dengan kepedulian warga Perumnas Jusi 24 Tejo Agung. Menurutnya kepedulian Masyarakat Perumnas ini perlu di apresiasi.

 

“Saya salut atas sikap kepedulian Masyarakat komplek ini, artinya Mereka ini sangat peka terhadap kondisi lingkungan, meski ada yang tidak hadir, akan tetapi peralatan seperti Roli Mereka bisa Kita gunakan”. Pungkasnya Priyo alias Turing. Krisna/ Andre DF.