Metro, djurnalis.com — Polemik antar Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Metro, Provinsi Lampung, memanas setelah pernyataan Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI), Hermansyah TR, mendapat respons keras dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) se-Provinsi Lampung, Sabtu (7/3/2026).

Dalam keterangannya kepada Awak Media, Hermansyah menegaskan bahwa pernyataan dan kritik yang ia sampaikan merupakan bagian dari fungsi sosial kontrol terhadap jalannya pemerintahan, sekaligus mengingatkan agar tidak ada Pihak yang mencoba mengadu domba sesama Masyarakat Lampung.

“Jangan sampai sesama Anak Lampung diadu domba. Ormas di Lampung juga jangan dipertentangkan satu sama lain. Kami menjalankan fungsi sosial kontrol sebagaimana mestinya” tegas Hermansyah,TR.SH.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga:  Cegah Banjir, Babinsa Bersama Warga dan Perangkat Kelurahan Bersihkan Sungai

Namun pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari jajaran GRIB Jaya Lampung. Mereka mengecam sikap Hermansyah yang dinilai agresif dan provokatif karena dianggap menyerang Penasehat DPD GRIB Jaya Lampung yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani.

Perwakilan GRIB Jaya menilai pernyataan Ketua IPLI telah melampaui batas dan berpotensi memicu konflik antar Organisasi Kemasyarakatan di Lampung.

Selain itu, GRIB Jaya juga menyoroti pernyataan yang dinilai dapat memancing emosi serta diduga melanggar ketentuan Undang‑Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah diperbarui melalui Undang‑Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Pihak GRIB Jaya meminta Aparat Keamanan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk bersikap tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Organisasi Kemasyarakatan.

Baca juga:  Wahdi Perintahkan Dinas Sosias Lebih Teliti Antisipasi Isu Isu Krusial.

Tak hanya itu, GRIB Jaya juga mendesak agar Ketua IPLI menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Penasehat DPD GRIB Jaya Lampung, Kusbani, serta kepada Wali Kota Metro. Jika tuntutan tersebut tidak diindahkan, mereka mengancam akan mendatangi kantor IPLI dengan ratusan anggota untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Menanggapi situasi yang berkembang, Hermansyah kembali menghimbau Masyarakat Kota Metro, khususnya Masyarakat Lampung, agar tidak mudah terprovokasi oleh video maupun narasi yang beredar di media sosial.

“Jangan mudah terpancing provokasi. Mari kita jaga kondusifitas dan persatuan masyarakat Lampung” ujarnya.

Baca juga:  Polisi Serahkan Kembali Sepeda Motor yang Hilang Kepada Lima Korban Curanmor

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Pagar Dewa, Yasori, juga memberikan tanggapan atas polemik yang terjadi. Ia menyayangkan sikap yang dinilai arogan dalam konflik tersebut, terlebih jika membawa nama besar Lampung.

“Saya sangat menyayangkan tindakan yang dianggap agresif dan provokatif. Apalagi jika membawa nama Lampung. Lampung harus menjadi cermin yang baik bagi daerah lain” kata Yasori.

Polemik ini pun menimbulkan kekhawatiran di tengah Masyarakat terkait potensi gesekan antarormas di wilayah Lampung. Berbagai pihak berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak demi menjaga ketertiban, keamanan, serta persatuan Masyarakat di daerah. Krisna