NEWS  

Memastikan Hewan Kurban Layak Di Konsumsi, Pemkot Metro Terjunkan Sejumlah Relawan.

Metro, djurnalis.com – Untuk memastikan pelaksanaan kurban ibadah kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan pangan. Sebelumnya Puluhan personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di ratusan titik penyembelihan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Metro.

 

Tim Pemeriksa Hewan Kurban tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu, 27/05/2026.

 

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3), BAZNAS Kota Metro, Dokter hewan, Tenaga medis veteriner, Relawan hingga Pelajar SMK.

 

Walikota Metro, H.Bambang Iman Santoso dalam arahannya, menegaskan bahwa, pengawasan hewan kurban menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan Masyarakat sekaligus memastikan ibadah kurban berlangsung dengan baik.

 

“Hari ini kita melaksanakan rangkaian Idul Adha yang juga diikuti dengan pemotongan hewan kurban mulai tanggal 10 Zulhijah” ungkapnya.

 

Pemerintah Kota Metro ingin memastikan seluruh proses berjalan dengan baik dan hewan yang dipotong benar-benar sehat serta layak dikonsumsi Masyarakat” ujarnya.

 

Bambang menyebut, jumlah hewan kurban dan titik pemotongan tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data sementara, terdapat ratusan lokasi penyembelihan dengan estimasi jumlah hewan kurban mencapai dua ribuan ekor selama hari tasyrik.

 

“Saya tegaskan, banyaknya jumlah hewan kurban menjadi cerminan kuatnya semangat Masyarakat dalam berbagi dan beribadah” tegasnya.

Baca juga:  Tingkatkan Stabilitas Kamtibmas Jajaran Polsek Metro Selatan Giat Patroli KRYD

 

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, Masyarakat tetap menunjukkan keyakinan dan semangat berkurban. Ini menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi Masyarakat

 

Bambang berharap, distribusi daging kurban nantinya dapat dirasakan secara merata, sehingga semakin banyak Masyarakat yang menikmati, semakin lengkap juga kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.

 

“Untuk itu, mendukung pengawasan di lapangan, Kita menyiapkan 14 dokter hewan dari lima kecamatan sebagai Kordinator pemeriksaan. Mereka akan dibantu Tenaga teknis dan Relawan guna menjangkau seluruh titik penyembelihan” tambahnya.

 

Menurut Bambang, tugas tersebut bukan hal ringan mengingat ribuan hewan harus diperiksa dalam waktu yang singkat, demi memastikan seluruh daging kurban aman dikonsumsi oleh Masyarakat.

 

“Kami berterima kasih kepada seluruh Tim yang bertugas. Ini pekerjaan besar untuk memastikan hewan kurban yang dipotong benar-benar sehat dan layak dikonsumsi oleh Masyarakat.;Dirinya mengapresiasi dukungan lintas sektoral, termasuk Baznas Kota Metro, Para Relawan, dan Pelajar yang ikut membantu proses pengawasan di lapangan,” pintanya.

 

Ditempat yang sama Ketua BAZNAS Kota Metro Joko Susilo, mengatakan bahwa, Petugas pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban meminta Baznas untuk mendampingi Walikota untuk melepas Petugas medis terutama untuk pemeriksaan hewan kurban seperti yang telah disampaikan Walikota sebelumnya.

 

“BAZNAS tahun ini berpartisipasi menyukseskan kegiatan pemeriksaan hewan kurban, dengan sinergi membantu operasional petugas melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan DKP3 karna pada tahun ini pemerintah daerah akibat efisiensi anggaran kebijakan dari pemerintah pusat, tahun ini tidak menganggarkan untuk pemeriksaan kesehatan dan hewan kurban” ungkapnya.

Baca juga:  Ria Hartini: DPRD Akan Bawa Aspirasi Dan Tuntutan Mahasiswa Metro Ke Pusat.

 

Pihaknya mendapatkan semacam proposal dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan DKP3 Kota Metro untuk membantu kegiatan tersebut, Alhamdulillah kemaren untuk kegiatan tersebut Pihaknya bisa berpartisipasi sehingga bisa berjalan sebagaimana tahun lalu.

 

“BAZNAS hanya bisa membantu sebesar sepuluh juta Rupiah untuk membantu pemeriksaan hewan kurban dengan satu harapan melalui proses pemeriksaan tersebut bis didapat hewan yang benar-benar bersih, benar-benar sehat. Sehingga hewan yang kira kira terkontaminasi akibat penyakit tertentu bisa dihindari dan tidak termakan oleh Warga kota Metro. Seperti itulah terkait sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kota Metro” ujar Joko Susilo..

 

Sebagai mana diketahui keberadaan BAZNAS ini memang untuk membantu pemerintah, kalau BAZNAS pusat ia membantu presiden, di tingkat provinsi ia membantu Gubernur kalau tingkat kabupaten/kota ia dapat membantu Bupati atau Walikota.

 

“Inilah salah satunya bentuk riil yang bisa dilakukan oleh BAZNAS Kota Metro, mudah mudahan kedepan bisa membantu secara maksimal Warga kota Metro terutama umat Islam Para Orang kaya bisa menunaikan zakat infak sedekahnya melalui BAZNAS Kota Metro” tuturnya.

Baca juga:  Polres Metro Perkuat Cooling System Melalui Jum'at Curhat

 

Karena memang satu satunya lembaga Pemerintah yang di tunjuk untuk mengelola zakat infak sedekah secara Nasional adalah BAZNAS. Jadi BAZNAS itu Lembaga Pemerintah Non struktural yang diberikan tugas dan kewenangan mengelola zakat infak sedekah secara Nasional.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Metro, Fivi Puspita Sari, menjelaskan total personel pengawasan hewan kurban tahun ini mencapai 59 orang.

 

“Tim terdiri dari Para medik veteriner, Tenaga teknis peternakan, Relawan Masyarakat, hingga siswa dari SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 2 Kota Metro yang dilibatkan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.Total tim Pengawas hewan kurban berjumlah 59 orang” unngkap Fivi.

 

Tercatat sebanyak 382 titik pemotongan hewan kurban tersebar di Kota Metro. Namun, data tersebut masih terus diperbarui seiring adanya laporan tambahan dari Masyarakat.

 

“Jumlah hewan kurban yang telah terdata sementara mencapai 794 ekor kambing, sedangkan pendataan sapi masih berlangsung” kata Fivi.

 

Fivi juga menghimbau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan hewan kurban atau memiliki lokasi pemotongan yang belum terpantau agar segera menghubungi tim Pengawas di masing-masing. Sebab tiap tiap kecamatan ada Tim khusus Pengawas hewan kurban.

 

“Saya tegaskan setiap kecamatan sudah memiliki Kordinator Dokter hewan beserta nomor kontaknya.bisa langsung menghubungi bila butuh pendampingan” pungkasnya. Krisna