Bandar Lampung, djurnalis.com – Peningkatan pasokan biosolar mulai menunjukkan hasil positif di Provinsi Lampung. Setelah distribusi ditambah hingga mencapai 2.797 kiloliter (KL) per hari, antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang sebelumnya mengular kini mulai berangsur normal.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan penerapan Biosolar B50 yang kini telah didistribusikan ke seluruh SPBU di Lampung. Pemerintah daerah memastikan seluruh wilayah telah menerima pasokan bahan bakar dengan komposisi biodiesel terbaru.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, mengatakan penambahan kuota merupakan upaya pemerintah menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap biosolar bersubsidi.
Menurutnya, kuota normal distribusi biosolar di Lampung sebelumnya berada di angka sekitar 2.100 KL per hari. Namun, untuk menjaga kelancaran distribusi, realisasi penyaluran kini ditingkatkan hingga mencapai 2.797 KL per hari.
Dengan meningkatnya pasokan tersebut, kondisi di lapangan mulai membaik. Kendaraan yang sebelumnya harus mengantre dalam waktu cukup lama kini dapat memperoleh biosolar dengan lebih cepat dibanding beberapa hari sebelumnya.
Budhi juga menegaskan bahwa seluruh tambahan pasokan menggunakan Biosolar B50. Program ini telah diterapkan secara menyeluruh sehingga masyarakat di seluruh kabupaten dan kota mendapatkan jenis bahan bakar yang sama.
Di sisi lain, perubahan dari B40 menjadi B50 tidak diikuti kenaikan harga. Harga Biosolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter sehingga masyarakat tetap memperoleh bahan bakar dengan harga yang sama.
Berdasarkan data distribusi per 15 Juli 2026, realisasi penyaluran biosolar di Lampung bahkan mencapai sekitar 105 persen dari kuota harian normal. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan BBM bersubsidi dalam jangka panjang. (NdH)

