BANDAR LAMPUNG, djurnalis.com – Penyaluran BBM jenis Pertalite di Provinsi Lampung mengalami peningkatan sekitar 10 persen sejak Mei 2026. Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi, pertumbuhan kendaraan baru, serta perpindahan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi.
Sales Area Retail Lampung PT Pertamina Patra Niaga, Bima Kusuma Aji, mengatakan penyaluran Pertalite pada periode Januari hingga April 2026 berada di kisaran 2.000 kiloliter (KL) per hari.
Namun sejak Mei 2026, penyaluran meningkat sekitar 10 persen atau mencapai kurang lebih 2.200 KL per hari.
“Penyaluran Pertalite sejak Mei 2026 mengalami peningkatan 10 persen atau sekitar 200 KL per hari,” kata Bima.
Menurutnya, peningkatan konsumsi Pertalite tidak hanya disebabkan perpindahan pengguna dari BBM nonsubsidi. Pertumbuhan ekonomi Lampung yang meningkat juga ikut memberikan pengaruh terhadap kebutuhan bahan bakar.
Bima menyebut pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung termasuk tinggi di wilayah Sumatra. Selain itu, jumlah kendaraan baru disebut mengalami peningkatan sekitar 21 persen.
Sektor pariwisata juga ikut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat. Jumlah kunjungan wisatawan di Lampung disebut meningkat sekitar 25 persen.
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina Sales Area Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung melakukan monitoring penyaluran BBM di sejumlah SPBU Kota Bandar Lampung.
Sebanyak empat SPBU dikunjungi dalam kegiatan tersebut. Hasil pengecekan menunjukkan stok Biosolar, Pertalite, dan Pertamax berada dalam kondisi aman.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Ir. Budhi Darmawan, S.T., M.T., mengatakan adanya antrean di SPBU tidak serta-merta menunjukkan kelangkaan BBM.
“Antrian BBM memang ada, tetapi stok tersedia,” ujarnya.
Budhi memastikan pemerintah akan terus mengawal distribusi BBM agar masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan mudah. Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM.
Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga distribusi dapat berjalan secara normal. (NdH)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.