BANDAR LAMPUNG, Djurnalis.com -– Mendapati informasi seorang bocah laki-laki Alfian (6) asal Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras yang diduga tenggelam di kawasan pesisir pantai dekat rumahnya, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, bergegas menemui keluarga korban, Jumat (26/1/2024).

 

Kehadiran orang nomor satu di kota berjuluk Tapis Berseri di sana, itu guna menguatkan keluarga korban. Tak hanya itu, Wali Kota Eva Dwiana juga mendengarkan langsung cerita dari orangtua korban yang diduga tenggelam di hari tersebut sekira pukul 10.00 Wib.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga:  Tersinggung Gas Motor Digeber-geber, Korban Diajak Duel Babak Belur, Dua Tersangka Kini Diamankan

 

“Sebelum pergi ke laut, saya sempat menyuapkan makan menggunakan sayur sop. Sebelumnya juga ia meminta disetelkan suara hadrah dan shalawatan dan berdoa untuk kakaknya,” ujar orangtua korban Rowiyah (50) saat bercerita kepada Wali Kota Eva Dwiana.

 

Usai makan, katanya ibunya itu, korban sempat bertanya kepada dirinya mengenai mainan kapal milikinya. Namun, mainan tersebut sudah tidak ada lagi di rumah dengan alasan dibuang. “Karena saya menjawab itu, Alfian sempat ngambek,” kata Rowiyah.

Baca juga:  Kapolres Beri Arahan Kepada Seluruh Bhabinkamtibmas Lampung Timur

 

Mengetahui mainannya di buang, tak disangka korban mengatakan akan pergi ke laut guna mencari mainannya tersebut. “Sudah sempat saya larang tapi Alfian tetap main, lalu ia berdoa sebelum ke laut dan berenang,” cerita ibunya itu.

 

Mendengar cerita dari ibunya itu, Walikota Eva Dwiana meminta untuk tidak saling menyalahkan atas musibah tersebut. “Ingat jangan menyalahkan satu sama lain, saling menguatkan Insyaallah bisa tegar menghadapi cobaan ini,” katanya.

Baca juga:  Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Bandarlampung Janjikan Pelayanan Hanya 15 Menit

 

Bunda Eva sapaannya itu, juga mengingatkan untuk selalu menjaga buah hati serta berharap korban segera ditemukan. “Tidak melarang untuk berenang, tapi jangan dilepas begitu saja,” sesal Eva Dwiana seraya ikut menangis mendengarkan cerita dari ibu korban itu.