Metro, djurnalis.com – Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan disaat curah hujan dengan intensitas tinggi, Pemerintah kota Metro melakukan beberapa kegiatan strategis, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana, khususnya pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan Jiwa Pengguna jalan, seperti memperkuat langkah mitigasi di sejumlah wilayah.
Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana mengatakan, saat ini Pemerintah telah bergerak melakukan pemetaan dan penanganan terhadap sejumlah pohon besar yang dinilai berpotensi tumbang, terutama yang berada di sepanjang ruas jalan protokol dan kawasan padat aktivitas Masyarakat.
Menurut Rafieq, langkah antisipasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemerintah menghadapi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana. Sebab, pohon berukuran besar dengan kondisi ranting yang rapuh maupun tajuk terlalu rimbun berisiko tumbang ketika diterpa angin kencang.
“Saat ini Pemkot sudah bergerak melakukan mitigasi dan pencegahan. Pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang, khususnya di jalan protokol, menjadi perhatian untuk segera ditangani dengan cara pemangkasan” ungkap Rafiq, pada Jum’at 6/11/2026.
Rafieq menjelaskan, bahwa Dinas Lingkungan Hidup bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Metro telah melakukan langkah antisipatif melalui pemangkasan pohon yang terlalu rimbun serta penanganan dan mengevakuasi pohon yang sudah tumbang.
Wakil Wali Kota itu menegaskan, pemangkasan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin memelihara pohon dan lingkungan, melainkan sebagai upaya mengurangi risiko bencana. Terlebih, pohon tumbang tidak hanya berpotensi menghambat arus lalu lintas, tetapi juga dapat merusak fasilitas umum hingga membahayakan keselamatan Warga.
“Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD sudah bergerak. Pohon-pohon yang dinilai rawan kita antisipasi dengan pemangkasan. Kalau sudah ada yang tumbang, tentu harus segera dievakuasi agar tidak mengganggu aktivitas Warga” tegasnya.
Selain mengantisipasi pohon tumbang, Pemkot Metro juga mulai menggerakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan hingga tingkat kelurahan. Fokus penanganan diarahkan pada saluran drainase, gorong-gorong, serta jalur aliran air yang berpotensi tersumbat sampah dan endapan material.
Rafiq mengaku bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya ditangani ketika air sudah meluap. Kebersihan saluran air dan kesadaran Masyarakat menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah genangan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.
“Saya tidak berharap ketika hujan deras turun, saluran air justru tersumbat. Karena itu, kita minta seluruh Jajaran sampai Tatanan paling bawah bergerak melakukan pembersihan lingkungan dan memastikan drainase berfungsi dengan baik” kata Rafiq.
Ia menjrlaskan, bahwa koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah juga terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga angin puting beliung. Kesiapsiagaan dinilai penting, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi situasi darurat.
Wakil Walikota itu mengaku bahwa langkah mitigasi Pemerintah perlu diikuti dengan pemantauan berkala terhadap kondisi pohon-pohon tua dan berukuran besar di ruang Publik. Penanganan tidak semestinya hanya dilakukan setelah muncul laporan atau ketika pohon sudah tumbang, tetapi harus berdasarkan pemeriksaan kondisi pohon dan tingkat kerawanan di lapangan.
Pemkot juga diharapkan memastikan setiap titik rawan memiliki penanganan yang jelas, termasuk kesiapan personel, peralatan evakuasi, serta mekanisme laporan Masyarakat. Dengan begitu, potensi bahaya dapat diketahui lebih dini dan tidak menunggu sampai timbul korban maupun kerugian bagi Masyarakat.
Dirinya berharap, kepada seluruh Elemen Masyarakat turut berperan menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Sebab, upaya pencegahan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
“Intinya, Kita semua harus mampu mengantisipasi potensi bencana sedini mungkin. Pemerintah bergerak, Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan. Jangan menunggu terjadi bencana baru kita melakukan tindakan” pungkasnya. Krisna/ Andre DF.











Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.