Bandar LampungDPRDNewsTrending

Soal Kebocoran Data, Fauzan Sibron Beri Tanggapan Soal Hacker Bjorka

299
×

Soal Kebocoran Data, Fauzan Sibron Beri Tanggapan Soal Hacker Bjorka

Sebarkan artikel ini

Djurnalis.com | BANDAR LAMPUNG – Viralnya pemberitaan terkait hacker Bjorka yang membobol situs pemerintah, banyak menyita perhatian semua pihak, baik pemerintah, para penegak hukum, pengamat dan semua komponen masyarakat. Tak lepas hal ini juga menjadi perhatian dunia pendidikan.

Berkaitan dengan hal itu, Universitas Bandar Lampung (UBL) menugaskan para mahasiswanya dari Fakultas Hukum, terutama yang masih duduk di semester I untuk meminta tanggapan beberapa pihak terlebih dari legislator DPRD Provinsi.

Hal inilah yang dilakukan Putri Areta Arzety Sinaga, Yesie Nabila Putri, Nur Amalia Zahra, Dhovie Nalendra Pratiknyo yang tergabung dalam satu kelompok untuk mewawancarai Fauzan Sibron wakil ketua IV DPRD Provinsi Lampung yang juga sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Lampung.

Menurut Fauzan Sibron, Pemerintah melalui Kominfo juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) seharusnya lebih maksimal dalam menjaga dan mengamankan dokumen Negara.

“Jangan sampai data-data Negara atau dokumen-dokumen Negara menjadi terekspos dan dipergunakan orang yang tak bertanggung jawab untuk hal-hal yang negatif,” ujarnya saat ditemui para mahasiswa di kantor DPW Partai Nasdem Lampung, pada Senin (12/9/2022).

Fauzan juga menekankan terkait minimnya keamanan dalam proses penyimpanan data yang ada di Indonesia, karena menurutnya yang di serang sudah situs Negara dan data-data pribadi.

“Seharusnya institusi seperti Kominfo dan BSSN ikut menjadi Garda terdepan untuk mengamankan siber Negara kita dan juga sekarang sudah jamannya teknologi yang di mana database kita harus di perkuat,” jelas Fauzan Sibron.

Sementara itu di tempat berbeda, menurut Nanda Hastedy (30) salah seorang warga kepada mahasiswa UBL tersebut dirinya mengatakan saat ini yang sedang viral bahwa Hacker Bjorka juga sudah sampai mengumbar kebocoran data registrasi SIM Card yang isinya nomor induk kependudukan (NIK) nomor kartu keluarga (KK), nomor telepon, dan juga membongkar kronologi pembunuhan munir, bahkan juga membocorkan data beberapa lembaga Negara. 

“Saya pikir mungkin sudah sebaiknya meningkatkan kewaspadaan yang lebih serius, hal ini tentunya demi keamanan negara kita,” demikian kata Nanda Hastedy yang juga seorang Desain Grafis itu. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *