Metro djurnalis.com-Ketegangan terjadi saat Ikatan Pemuda Lampung Indonesia mempertanyakan pemborosan anggaran hingga Rp 8 miliar tahun 2026, IPLI akan bawa lapornya ke BPK, Ketua Umum Ikatan Pemuda Lampung Indonesia, merasa tidak dihargai, padahal niat awalnya baik, sekedar ingin tahu mau di kemanakan pemborosan dana rutin Pemkot Metro tahun 2026 itu.
Semula niat baik IPLI untuk beraudiensi ke Pemerintah kota Metro, berubah menjadi ketegangan terbuka di halaman Kantor Wali Kota Metro, pada Senin (2/3/2026). Ketua Umum Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Hermansyah TR. SH. geram dan tersinggung dengan sikap Pemkot Metro, setelah upaya bertemu Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso gagal terlaksana, situasi bahkan nyaris berujung adu fisik. antara Pengunjuk rasa dengan Plh. Sekda Metro Dr. Kusbani.

Puluhan Anggota IPLI yang datang sekitar pukul 09.15 WIB, semula Mereka ingin menyampaikan langsung temuan dugaan pemborosan biaya rutin Pemerintah daerah yang nilainya disebut mencapai Rp 8 miliar, Anggaran tersebut diklaim tersebar sedikitnya 15 dinas di Pemkot setempat, mulai dari pertanian, pekerjaan umum hingga keuangan atau kantor BPKAD Bumi Say Wawai.
Namun, alih-alih diterima untuk berdialog, Rombongan IPLI justru disambut di depan kantor Walikota oleh Pelaksana Harian Sekda Metro, Kusbani, yang membawa secarik surat berisi penjelasan.
Isi surat menyebutkan bahwa permohonan audiensi yang dilayangkan pada Jumat (27/2/2026) baru tercatat masuk pada Senin (2/3/2026) karena Sabtu dan Minggu hari libur, sehingga audiensi harus dijadwalkan ulang.
Penjelasan itu ternyata kembali memicu ketersinggungan Ketua Umum IPLI Hermansyah, TR.SH. Ia menilai seharusnya Pejabat Pemerintah bersikap lebih terbuka dan mengedepankan etika dialog.
Herman mengaku tersinggung/ Sekda punya ruang kerja/ kenapa tidak mempersilahkan IPLI masuk untuk duduk bersama membicarakan persoalan seperti yang IPLI sampaikan hari ini, jangan seolah-olah menghindar.
Suasana sempat memanas, sejumlah Anggota IPLI tersulut emosi dan nyaris baku hantam dengan Plh Sekda. Beruntung Aparat dari Polres dan Satpol PP sigap melerai sehingga bentrokan fisik berhasil dicegah.
Hermansyah mengungkapkan, sebelum surat resmi diserahkan pada Jumat kemarin, Pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan melalui pesan WhatsApp kepada Wali Kota dan Plh Sekda terkait rencana audiensi hari Senin ini, Ia menyayangkan respons yang dianggapnya tidak mencerminkan sikap bijak seorang pejabat publik.
Dirinya menyayangkan sikap Pejabat Plh. Sekda Metro, menurutnya seorang Pejabat harus mampu menahan emosi dan tidak arogan, kalau memang surat baru tercatat hari ini, ajaklah duduk bersama, bukan dibiarkan berdiri di luar seperti ini.
Dalam orasinya selama hampir satu setengah jam, Hermansyah menegaskan bahwa IPLI tidak akan lagi menjadwalkan ulang audiensi, Ia bahkan menyatakan siap membawa persoalan dugaan pemborosan anggaran rutin tersebut ke Badan Pemeriksa Keuangan apabila tidak ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Metro.
Berkas temuan akhirnya diterima Kepala Kesbangpol Metro, Bangkit Haryo Utomo yang menyatakan akan menindaklanjuti dokumen tersebut dan membuka ruang koordinasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik, di tengah tuntutan transparansi anggaran, ketegangan di depan kantor Wali kota justru memperlihatkan retaknya komunikasi antara Pemerintah dan Elemen Masyarakat, Kini bola panas ada di tangan Pemerintah setempat, terutama untuk membuka ruang klarifikasi atau menghadapi laporan resmi ke auditor Negara. Krisna
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.