Metro, djurnalis.com – Janji perbaikan Jalan Pattimura di Metro Utara yang sempat polemik Warga Bumi Say Wawai setelah Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung dan mengumumkan anggaran Rp10 miliar usai Lebaran, kini tinggal janji dan mulai jadi pertanyakan. Hingga pertengahan April 2026, belum ada tanda-tanda nyata dimulainya pembangunan jalan yang sudah sekian tahun menjadi momok bagi pengendara itu.
Padahal, saat peninjauan beberapa waktu lalu, Gubernur dengan tegas menyatakan perbaikan akan segera dilakukan. Anggaran puluhan miliar rupiah pun disebut sudah disiapkan untuk membangun jalan dengan konstruksi rigid beton biar lebih tahan lama.
Namun, setelah Lebaran berlalu, khabar tentang groundbreaking jalan penghubung vital antara Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah itu justru menghilang. Tak ada informasi resmi, tak ada papan proyek, dan yang paling mencolok, lubang-lubang di Jalan Pattimura masih setia menemani Warga saat melintas.
Saat mencoba mengonfirmasi kepastian waktu perbaikan, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela tampak terburu-buru dan enggan memberikan pernyataan mendetail. Ketika ditanya kapan Jalan Pattimura akan mulai dikerjakan, ia hanya memberikan jawaban singkat sambil melangkah masuk ke dalam mobil.
“Aduh maaf, nanti kita rilis ya” ucapnya sembari menutup pintu mobil. Senin 13/4/2026.
Jalan Pattimura bukan sekadar infrastruktur rusak biasa. Ruas ini adalah akses utama yang menghubungkan aktivitas ekonomi ribuan Warga di dua kabupaten Lampung Tengah dan kota Metro. Truk pengangkut hasil pertanian, mobil angkutan umum, hingga kendaraan pribadi setiap hari harus merayap di atas aspal yang sudah banyak berlubang dan genangan air saat hujan.
Tak jarang kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan yang membahayakan ini. Pengendara motor jatuh, ban mobil pecah, hingga waktu tempuh yang membengkak dua kali lipat adalah pemandangan biasa di jalan tersebut.
Masyarakat Metro Utara dan sekitarnya mulai gerah. Janji perbaikan yang disampaikan dengan penuh semangat oleh Gubernur beberapa waktu lalu kini terasa seperti angin lalu.
“Kami sudah sering dengar janji. Tapi yang kami lihat sampai sekarang ya lubang itu-itu saja. Kalau benar ada anggaran Rp10 miliar, mana buktinya? Mana prosesnya?” ujar Tia seorang Warga pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah provinsi tidak hanya pandai berjanji di depan kamera, tetapi juga konsisten sebagai Eksekutor. Anggaran Rp10 miliar yang disebut-sebut harus segera diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, bukan sekadar meriah di judul berita saja.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung terkait jadwal pasti perbaikan Jalan Pattimura. Krisna/ Andre DF.

