Metro dkurnalis.com — Di balik hiruk-pikuk pembangunan dan aktivitas pemerintahan Kota Metro, masih ada warga yang menjalani hari dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya Ibu Subadi (61), warga 23 Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, yang kini harus berjuang melawan diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan penglihatan hingga tidak mampu berjalan dengan baik.

 

Kondisi tersebut menggugah kepedulian Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI), Hermansyah TR, SH. Pada Minggu siang (9/8/2026), Hermansyah mendatangi kediaman Ibu Subadi sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi keterbatasan.

 

Di rumah sederhana itu, perjuangan hidup Ibu Subadi menjadi gambaran nyata bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

 

Kondisi kesehatan yang dialaminya membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit. Penglihatannya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, menderita diabetes dan darah tinggi, sementara untuk berjalan pun ia mengalami kesulitan. Dalam kesehariannya, Ibu Subadi hidup bersama anaknya dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

 

Hermansyah mengaku tergerak setelah salah seorang anggotanya menyampaikan informasi mengenai kondisi Ibu Subadi yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

 

“Begitu saya mendapat informasi dari anggota, hati saya langsung tergerak untuk datang melihat langsung kondisi beliau. Saya prihatin. Di usia 61 tahun, beliau harus menghadapi sakit diabetes, darah tinggi, penglihatan yang sudah tidak bisa melihat dan kesulitan berjalan,” ujar Hermansyah. Senin, 10/08/2026.

 

Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan bukanlah solusi untuk seluruh persoalan yang dihadapi Ibu Subadi. Namun, setidaknya bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan kebutuhan sehari-hari.

 

“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan. Yang terpenting jangan sampai ada warga yang sedang sakit dan dalam keterbatasan merasa hidup sendirian tanpa perhatian,” tegasnya.

 

Hermansyah ketuk hati Wali Kota Metro.

 

Melihat langsung kondisi Ibu Subadi, Hermansyah meminta Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso tidak hanya melihat persoalan masyarakat dari balik meja birokrasi.

 

Ia meminta Wali Kota bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Metro turun langsung melihat kondisi Ibu Subadi serta memastikan kebutuhan pengobatan dan bantuan sosialnya.

 

“Saya berharap Pak Wali Kota Metro, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial bisa turun langsung melihat kondisi Ibu Subadi. Jangan menunggu warga seperti ini datang mengadu. Justru pemerintah harus hadir ketika mengetahui ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tegas Hermansyah.

 

Menurutnya, negara tidak boleh hadir hanya ketika masyarakat mampu menyampaikan persoalannya secara administratif. Sebab, warga yang sakit, lanjut usia dan memiliki keterbatasan belum tentu mampu mengurus berbagai kebutuhan administrasi untuk mendapatkan pelayanan.

 

“Kalau beliau sudah dalam kondisi sulit berjalan dan tidak bisa melihat, bagaimana beliau harus pergi mengurus bantuan? Di sinilah seharusnya pemerintah hadir. Datang melihat, mendata, kemudian memberikan solusi,” katanya.

 

Butuh kursi roda untuk sekadar bergerak di sekitar rumah

 

Selain membutuhkan perhatian medis, Ibu Subadi juga membutuhkan kursi roda untuk menopang aktivitasnya di sekitar rumah.

 

Keterbatasan berjalan membuat ruang geraknya semakin sempit. Kursi roda diharapkan dapat membantu Ibu Subadi bergerak lebih aman dan tidak sepenuhnya bergantung kepada orang lain.

 

Hermansyah berharap kebutuhan tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial.

 

“Kebutuhannya sederhana, tetapi bagi beliau sangat berarti. Kursi roda bisa membantu beliau bergerak di sekitar rumah. Kalau ada pihak yang tergerak membantu, tentu akan sangat berarti bagi Ibu Subadi dan keluarganya,” ujarnya.

 

Jangan sampai warga miskin baru diperhatikan setelah viral

 

Hermansyah menegaskan, persoalan seperti yang dialami Ibu Subadi tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sesaat.

 

Ia meminta pemerintah melakukan pendataan dan memastikan warga yang sakit serta berada dalam keterbatasan ekonomi mendapatkan akses layanan kesehatan dan bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan baru mendapatkan perhatian setelah kisahnya ramai diberitakan. Pemerintah memiliki perangkat sampai tingkat bawah. Seharusnya kondisi warga seperti ini bisa terdeteksi lebih awal,” tegasnya.

 

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap kondisi warga di sekitarnya.

 

“Kalau kita masih bisa membantu, bantulah. Kalau belum mampu memberikan materi, setidaknya datang dan peduli. Kadang bagi orang yang sedang sakit dan kesusahan, kehadiran seseorang yang mau memperhatikan saja sudah menjadi kekuatan,” tuturnya.

 

Hermansyah berharap kisah Ibu Subadi menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa jauh pemerintah mampu memastikan warganya yang lemah tidak berjalan sendirian.

 

 

 

“Beliau bukan meminta kemewahan. Beliau hanya ingin bisa berobat, bisa menjalani hari dengan sedikit lebih mudah, dan memiliki alat bantu untuk bergerak. Semoga pemerintah mendengar dan segera turun tangan,” pungkas Hermansyah. Krisna.