Pasang Iklan Produk mu disini
Pesan Sekarang

Metro, djurnalis.com – Pemerintah Kota Metro bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait pohon tumbang dan sejumlah pohon yang telah mati dan dinilai membahayakan di Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Minggu malam, 13/9/2026.

 

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro untuk melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang sekaligus memangkas pohon yang sudah lapuk.

 

Wali Kota Metro diwakili Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Metro, Arwansyah, yang memimpin langsung proses penanganan di lokasi.

Pasang Iklan Produk mu disini
Pesan Sekarang

 

Menurut Arwansyah, pengerahan Tim BPBD merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap laporan masyarakat.

 

“Pak Wali mendapat laporan dari warga kalau di sini ada pohon tumbang dan pohon yang sudah lapuk. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Bapak Wali memerintahkan kami untuk segera melakukan tindakan dengan mengevakuasi pohon dan melakukan pemotongan terhadap pohon yang sudah mati” ujar Arwansyah.

 

 

 

 

Ia mengatakan, proses evakuasi tidak menghadapi kendala berarti. Namun, kondisi pepohonan yang cukup rapat membuat petugas harus bekerja lebih hati-hati.

 

“Tidak ada kendala yang spesifik. Kita hanya kesulitan karena pohon-pohonnya terlalu rapat. Kalau malam ini tidak selesai, akan kita lanjutkan besok” katanya.

 

Arwansyah juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada BPBD apabila menemukan pohon tumbang maupun pohon yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.

 

“Ya, masyarakat bisa lapor ke kami atau ke saya langsung kalau di sekitarnya ada pohon tumbang atau pohon yang dinilai membahayakan, supaya kami bisa melakukan tindakan” jelasnya.

 

Menghadapi musim penghujan, Pemkot Metro melalui BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah mitigasi bencana, khususnya potensi pohon tumbang dan kondisi cuaca ekstrem.

 

“Wali Kota melalui BPBD sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi musim penghujan” imbuhnya.

 

Selain sosialisasi, Pemkot Metro juga telah membentuk tim relawan di lima kecamatan dan 22 kelurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi bencana atau kondisi yang membahayakan masyarakat.

 

“Kita juga sudah membentuk tim relawan di lima kecamatan dan 22 kelurahan yang ada. Hal itu dilakukan agar kita dapat merespons dengan cepat apabila terjadi sesuatu” pungkasnya. Krisna/ Andre DF.