Follow

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
LIVE

Herman HN Tantang Beri Rp1 Miliar, Jika Bisa Buktikan Soal Isu Perselingkuhan Istrinya

BANDARLAMPUNG – Mantan Walikota Bandarlampung, yang juga Ketua DPW Partai Nasdem, Herman HN membantah adanya berita dari salah satu media online di Lampung, yang diduga memberitakan tentang perselingkuhan istrinya Eva Dwiana yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bandarlampung.

Bahkan, Herman HN menantang kepada siapa saja, terutama media yang menulis tentang dugaan perselingkuhan istrinya untuk memberikan bukti, ”Saya kasih Rp1 Miliar bahkan lebih, kalau memang ada bukti yang menyatakan berita itu benar,” Tegas Herman HN, saat konferensi pers yang dilakukan di Rumah Makan Golden Dragon, Bandarlampung, pada Senin (24/1).

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga:  Sempat Gratis Saat Wali Kota Lama, Peserta JKN-KIS Di Metro Tiba-tiba Menunggak
Meskipun berita yang disajikan oleh media online itu berupa sindiran, sambung Herman HN, namun cukup mengusik dan dirinya merasa harga dirinya terinjak-injak. “Jika yang dimaksud dalam tulisan itu saya dan istri saya,  maka saya sampaikan saya dan istri saya baik-baik saja,” ujar dia.

Baca juga:  JMSI Peduli Bersama DPP AWPI Serahkan Tali Asih Jun dkk
“Kalau berani langsung temui saya, jangan main sindir lewat media, apalagi pakai kata-kata plesetan,” Imbuh dia.

Herman HN akan menyiapkan dana Rp1-3 Miliar, jika ada yang mendapatkan bukti perselingkuhan istrinya. “Saya rela harta saya serahkan 1 Miliar, 2 miliar atau 3 miliar kalau ada buktinya, ” tantang dia.

Baca juga:  Siap-Siap, Pemuda Pancasila bersama BNNP Lampung Akan Gelar Even Colour Run Bulan Depan
Dia juga memastikan, bahwa pemberitaan yang berupa sindiran ini hoax. “Kalau berani sebut saja Walikota Bandarlampung, tapi ini tidak, berarti orang ini pengecut. Kalau saya benar, sampai dimana juga saya lawan, ” Tegas dia.
Herman HN meyakini, isu bohong ini dihembuskan untuk merusak citranya jelang Pilkada tahun 2024 mendatang. (*)

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use