BANDAR LAMPUNG, 28 Februari 2026 โ€“ Pengurus Daerah Gerakan Muslim Indonesia Raya (PD GEMIRA) Provinsi Lampung, organisasi sayap Partai Gerindra, sukses menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan sedikitnya 1.000 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform di Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Sekretariat PD GEMIRA Lampung, Teluk Betung Selatan.

Mengusung tema โ€œBerbagi Berkah Ramadhan Bersama Ribuan Ojolโ€, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, serta dihadiri unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan Ketua DPRD Provinsi Lampung.

Baca juga:  Memamerkan Rempah-Rempah di Expo Apeksi, Walikota Ternate Apresiasi Tuan Rumah Bandar Lampung

Bendahara PD GEMIRA Lampung, Zeffry, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi untuk terus bergerak memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pengemudi ojek online merupakan bagian penting dari sistem ekonomi kerakyatan yang menopang mobilitas warga setiap hari.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga:  Danbrigif 4 Marinir/BS Terima Penyerahan Jabatan Pasintel
Ahmad Giri Akbar - Zeffry
Photo: Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar – Ketua PD Gemira Lampung Zeffry

Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial. โ€œKami ingin para pengemudi ojol merasakan kebersamaan dan perhatian. Mereka adalah pejuang ekonomi keluarga yang setiap hari berada di jalan demi memenuhi kebutuhan hidup,โ€ ujarnya.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan doa bersama demi keselamatan para pengemudi di jalan raya. Panitia turut membagikan bingkisan Ramadhan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka kepada masyarakat.

Baca juga:  Terungkap, Kasus Pembobol Sekolahan di Lampung Timur

Melalui kegiatan ini, PD GEMIRA Lampung berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara kader partai dan masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal, dalam mendukung program sosial keagamaan yang berkelanjutan. (NdH)