BANDARLAMPUNG – Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban rumah ambruk, yang menimbulkan korban jiwa.

Bantuan diserahkan langsung kepada Sadiah istri korban meninggal dunia, bertempat di ruang rapat Walikota Bandarlampung, pada Kamis (17/3).

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita memberikan bantuan kepada ibu Sadiah yang kena musibah. Semoga ibu Sadiah tetap sabar dalam menjalani cobaan ini,” Ujar Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana.

Selain itu, Walikota juga memberikan kartu BPJS kepada Sadiah. “Jikalau ada apa-apa, kita bisa langsung pantau. Mudah-mudahan bantuan dari pemerintah ini bisa bermanfaat bagi ibu,” ucapnya.

Baca juga:  Limbah Pabrik CPO Di Kota Metro, Lampung Diduga Cemari Lingkungan.

Dia juga menghimbau agar seluruh warga Bandarlampung tetap di rumah saja. Karena cuaca sekarang sedang tak bersahabat atau ekstrem.

“Kalau tak penting-penting amat, tak perlu kemana-mana. Sekarang ini cuaca lagi ekstream harus tetap waspada. Kalau ada masalah, langsung cepat lapor Kelurahan atau RT. Agar kami Pemerintah Kota cepat mendatangkan bantuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain memberikan bantuan Rp10 juta, Walikota juga akan memberikan bantuan perbaikan rumah. “Untuk bantuan rumah akan kita lihat dan tinjau dulu bersama Camat dan Dinas PU,” Tutur dia.

Baca juga:  Kapolda Lampung Terima Kunjungan GM ASDP Cabang Lampung

Diketahui, sebuah rumah panggung ukuran 6 x 7 yang berada di Jalan Gajah Mada, Gang Purnawirawan ambruk, pada Rabu (16/3) malam.

Ambruknya rumah diperkirakan sekitar pukul 23.00 Wib menimpa satu keluarga yang terdiri atas tiga jiwa. Akibat peristiwa tersebut, Suratno (50) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sementara, istri dan anaknya yakni Sadiah (46) dan Ranti (28) mengalami luka-luka ringan.

Baca juga:  Nekat Kirim Video Asusila Ke Suami Korban, Pria Ini Di Amankan Ke Polres Metro.

Endang yang merupakan tetangga korban membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan ada tiga orang yang tertimpa reruntuhan rumah. ” 3 orang, suaminya meninggal, sementara istri dan anak gadisnya mengalami luka ringan saat dievakuasi,” terang dia.

Menurut dia, robohnya rumah tersebut disebabkan tidak kuatnya pondasi bawah. ” Nggak kuat, jadi bergerak sehingga roboh. Dan korban tertimbun sampai 4 jam,” jelas dia. (**)