Advertisement

Isu Korupsi Membayangi Kemegahan UIN RIL, Pungutan Uang Ujian Jadi Pertanyaan

BANDAR LAMPUNG – Isu tentang berbagai macam pungutan uang ujian yang diduga kuat diluar jalur ketentuan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Rektorat terus merebak di lingkungan Perguruan Tinggi kebanggaan masyarakat Lampung Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

BANDAR LAMPUNG – Isu tentang berbagai macam pungutan yang diduga kuat diluar jalur ketentuan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Rektorat terus merebak di lingkungan Perguruan Tinggi kebanggaan masyarakat Lampung Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Merunut dari pemberitaan sebelumnya bahwa mahasiswa Fakultas Dakwah dalam menyelesaikan tugas akhir pembelajaran, bagi yang mengikuti ujian kemprehensif secara mandiri dikenakan biaya dan penarikan biaya ini juga dibenarkan oleh pengurus akademik, hal serupa juga terjadi pada Fakultas Tarbiyah dan berlaku untuk semua program studi.

Baca juga:  Yatim Piatu di Metro Dapat Bantuan Dari Pemerintah Masing-masing Rp250 Ribu Per Anak

Namun penetapan besaran uang pungutan pada masing-masing program studi berbeda-beda, untuk ujian komprehensif dan munaqosah mulai dari Rp.600 hingga Rp 700 ribu tergantung pada masing-masing jurusan.

Advertisement

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah mengaku bernama IK, mengatakan bahwa pungutan uang ujian tersebut tidak melalui pengumuman resmi ataupun pemberitahuan secara tertulis “setelah menyetorkan uang tersebut kami selaku mahasiswa tidak pula diberikan bukti telah melakukan pembayaran,” ungkap IK.

Baca juga:  Jelang Pemilu Serentak 2024, Polres Metro Proaktif Sosialisasikan Pemilu Damai

Dikatakan IK bahwa pada bulan Februari 2022 lalu pernah mahasiswa melakukan aksi demo sebagai ungkapan penolakan atas ketentuan yang mengharuskan pungutan diatas, namun ternyata tidak ada tanggapan yang positif dari pihak akademik.

Baca juga:  Bangsa Indonesia Nyaris Kehilangan Arah

“Setelah kejadian aksi demo diatas, sampai sekarang tidak ada mahasiswa yang berani melakukan aksi lagi, karena khawatir nanti semua urusannya akan dipersulit oleh pihak Jurusan,” pungkasnya. [Tim]

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement