NEWS  

Gempar! Kasus Bullying di SMAN 4 Metro Dilaporkan Ke Polres, Aksi Nekat Siswa Kelas XI itu Sudah Berlangsung Setahun.

A bully threatens a younger boy in the school yard.

Metro, djurnalis.com- Kasus bullying kembali menggemparkan kota Metro, Anak seorang Pendidik di salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Metro, kembali jadi Korban kekerasan fisik dan mental dari Kakak kelasnya di SMAN 4 Bumi Say Wawai.

Korban G, selama ini dibully oleh Siswa kelas XI berinisial (D) yang berasal dari Seputih Raman/ Kec. Kotagajah, Kab. Lampung Tengah. D sendiri menurut informasinya adalah Anak pindahan dari sekolah swasta di Metro ke SMAN 4.

Yang lebih tragis lagi, pembullyian itu kerap dilakukan terhadap G di ruang kelas yang disaksikan siswa lainya, sebagai komandan Pembullyan, D tidak segan-segan memukuli G, jika tidak memberikan uang.

Dalam aksinya, D selalu membawa teman lainnya satu kelas untuk menekan G yang tidak berdaya atas ulah brutal D dan Kawan-Kawannya.

Baca juga:  Reses Efril Hadi Dari Fraksi Partai Nasdem, Jaring Aspirasi Masyarakat.

“Ya, itu sudah sejak lama dilakukan Mereka” tutur korban G saat ditanya.

Sementara itu, pihak Keluarga Korban sudah berupaya untuk menemui Kepala SMAN 4, namun baru dapat bertemu pada Senin tanggal 18 Mei 2026, berikut pertemuan dengan orangtua D ( Pelaku bully ) di ruang Kepala Sekolah.

Lebih menyedihkan lagi, menurut orangtua Korban, dalam pertemuan itu hanya menyampaikan minta maaf, tidak ada surat berita acara yang dibuat oleh Kepala Sekolah.

“Kalau begitu, apa jaminannya Anak Saya tidak akan jadi Korban pembullyan lagi” ungkap Orang Tua Korban dengan nada menahan marah.

Sebelum dilaporkan ke Polres, Pihak SMAN 4 Metro melalui Humasnya membenarkan pembullyian tersebut. Namun, menurutnya bahwa Pihak sekolah tidak mungkin mampu mengawasi setiap detik Anak Didik nya.

Bahkan, ungkap Kabag Humas SMAN 4 itu, Pihak sekolah memiliki banyak CCTV, akan tetapi Anak didik sering merusak CCTV atau mereka putar-putar hingga tidak berfungsi. Meski demikian penjelasan Dar cPihak sekolah itu kurang membantu menyelesaikan kasus pembullyian tersebut.

Baca juga:  Tak Setorkan Uang Ongkos Muatan, Seorang Supir Di Amankan Tekab 308 Presisi Polres Metro.

Kadisdik Provinsi Lampung, Thomas Americo dihubungi via ponsel dan pesan WA mengatakan Pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan memanggil Kepala SMAN 4 Metro, untuk diminta keterangan.

Ketika disampaikan ada persoalan di SMAN 4, Kadisdik minta dikirim data, dan berjanji akan turun sendiri melakukan pengecekan.

“Nanti saya cek” ujarnya via pesan WA.

Di sisi lain, beberapa Tokoh Masyarakat saat diminta komentarnya atas kejadian di SMAN 4 mengakui bahwa Pihak sekolah lalai dan teledor, sehingga pembullyian dapat berjalan mulus selama kurang lebih setahun.

Baca juga:  Walikota Metro Apresiasi Polres Metro Ciptakan Keamanan Dengan Menggelar Apel Sabuk Kamtibmas.

Dua hari lalu, salah satu Orang Tua Pelaku berinisial K, datang ke rumah Keluarga Korban dengan mengatakan, bahwa Anaknya (K), selama ini disuruh membawa dagangan.

“Saya kurang tahu perbuatan mereka di sekolah” tuturnya di rumah Keluarga Korban.

Sedangkan Orang Tua Kandung Pelaku D dalam pertemuan di SMAN 4 Senin siang, menurut orang Tua Pelaku hanya menyampaikan kata permohonan maaf, selanjutnya Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Keluarga Korban.

“Keadaan itu membuat Orang Tua Korban dihadapkan pada masalah yang rumit, karena tidak ada titik temunya” ungkap Keluarga Korban.

Dari kasus pembullyian di SMAN 4 Metro itu, banyak yang janggal terutama peran dan fungsi para pendidiknya selama proses belajar mengajar setiap hari. Karena kasus pembullyian disertai kekerasan itu terjadi sejak lama. Krisna